Newsletter subscribe

INDUSTRIE

Mengapa Perusahaan Teknologi Multinasional Kerap Diduga Tak Taat Pajak

Posted: November 9, 2019 at 9:45 am   /   by   /   comments (1)

PT Google Indonesia telah mengeluarkan kebijakan mengenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sepuluh persen untuk layanan Google Ads mulai 1 Oktober 2019. Kebijakan ini dilakukan Google sebagai bagian dari kepatuhan terhadap ketentuan perpajakan di Indonesia. “Perubahan ini merupakan langkah menuju model bisnis baru yang mendukung pertumbuhan bisnis kami di Indonesia,” kata Head of Corporate Communications Google Indonesia Jason Tedjasukmana.

Google juga akan melakukan penagihan dengan menggunakan mata uang lokal (rupiah). Hal itu akan mempermudah pembayaran PPN oleh klien iklan Google dari Indonesia.

Dalam hitungan ekonom Institute for Development of Economics and Finance Bhima Yudhistira, keputusan Google menarik PPN sepuluh persen bakal berkontribusi pada penerimaan pajak negara sekitar Rp600 miliar per tahun.
Bisnis digital melaju lebih cepat dari regulasi

Sejumlah perusahaan teknologi multinasional, seperti Google, Facebook, atau Microsoft, sering dicap tidak taat pajak oleh pemerintah sejumlah negara tempat mereka menawarkan layanan masing-masing. Tak jarang mereka diduga hanya membayar pajak minimal, atau bahkan menghindar dari aturan pajak yang berlaku di banyak negara.

Anggapan itu kerap muncul karena kegagapan pemerintah di berbagai negara dalam menerapkan peraturan pajak untuk perusahaan multinasional, khususnya di bidang teknologi. Regulasi yang ada di negara-negara tersebut tidak siap mengantisipasi perkembangan bisnis teknologi yang bergerak begitu cepat.

Source : techinasia.com

Comments (1)

write a comment

Comment
Name E-mail Website