Newsletter subscribe

SEART-B(H)UTAN

5 Fakta Menarik Film Nyanyian Akar Rumput yang Diadaptasi dari Puisi Wiji Thukul

Posted: January 23, 2020 at 11:40 am   /   by   /   comments (0)

Sebagai salah satu sastrawan yang kerap kali melahirkan karya-karya terbaiknya, Wiji Thukul bisa mengangkat karyanya dalam sebuah layar lebar bertajuk Nyanyian Akar Rumput. Meski hingga kini ia dinyatakan hilang, tetapi karyanya tak pernah pudar. Film dokumenter Indonesia yang mengangkat kisah tentang keluarga Wiji Thukul ini akan segera hadir di bioskop, lebih tepatnya pada tanggal 16 Januari 2020.

Yuda Kurniawan sebagai sutradara, ingin mengangkat isu tentang peristiwa yang cukup serius dan sangat menegangkan di Indonesia. Bagaimana kepedihan yang dirasakan istri dan kedua anak Thukul, yang harus menjalani hidupnya setelah ditinggal oleh sang ayah yang dinyatakan hilang setelah 10 tahun puisi tersebut ditulis.

Lewat sedikit cerita film Nyanyian Akar Rumpu tersebut, tentunya akan semakin terasa di hati apabila menyaksikan langsung bukan? Namun, sebelum menyaksikan kita simak dahulu lima fakta menariknya berikut:

1. Tayang perdasa di Busan

Berhasil masuk ke dalam nominasi film dalam ajang 23rd Busan International Film Festival 2018 yang digelar pada 4-13 Oktober 2018 di Busan, Korea Selatan, nyatanya membuat film Nyanyian Akar Rumput bisa ditayangkan perdana atau world premier. Bahkan tak disangka-sangka, cerita dari film yang diadaptasi dari puisi Wiji Thukul ini bisa diterima dengan baik oleh beberapa warga KorSel dengan menikmati alurnya dengan baik pula.

2. Mendapatkan beberapa penghargaan

Belum sempat tayang di layar lebar, tetapi nyatanya membuat Nyanyian Akar Rumput berhasil menyabet beberapa penghargaan. Seperti dalam acara Festival Film Indonesia dengan mendapatkan Piala Citra untuk kategori Film Dokumenter Panjang Terbaik dan juga mendapatkan piala NETPAC Award dalam ajang 13th Jogja – NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2018.

3. Awal mula diangkatnya puisi Wiji Thukul menjadi film

Pada sebuah acara Asean Literary Festival yang diadakan di Taman Ismail Marzuki (TIM) pada tahun 2013 silam, membuat Yuda Kurniawan bertemu dengan Fajar Merah. Fajar Merah merupakan anak dari Wiji Thukul yang sedang berada di atas panggung. Mulai dari pertemuan inilah Yuda Kurniawan memiliki niat untuk bisa mengangkat bagaimana kisah Wiji Thukul sebelum dinyatakan hilang.

4. Penggarapan film berlangsung tiga tahun

Film yang dikerjakan melalui tangan dan pikiran Yuda Kurniawan ini, nyatanya sudah berlangsung sejak tiga tahun silam. Yuda Kurniawan sebagai vidiografer tunggal memulai dengan merekam perjalanan Fajar Merah mengenal sang ayah Wiji Thukul, dengan menggunakan lagu-lagu dan puisi buatannya. Awalnya, Yuda Kurniawan ingin merilis film Nyanyian Akar Rumput ini pada tahun 2018 dengan bertepatannya 20 tahun tragedi Mei. Dikarenakan pemerintah yang juga tidak menanggapi dengan serius, pada akhirnya mereka pun mencoba untuk berjuang sendiri melalui film yang hanya tinggal menghitung hari untuk bisa dinikmati di bioskop.

5. Sampaikan pesan untuk penonton lewat film

Siapa sangka bahwa dari film Nyanyian Akar Rumput ini juga menyampaikan beberapa pesan terdalam bagi para penontonnya. Trauma healing diharapkan bisa sampai kepada para penontonnya dan dijadikan sebagai kekuatan, bahwa nyatanya keluarga penyintas pun masih bisa berkarya tanpa harus dirundung duka setiap saat.

Itulah kiranya lima fakta menarik dari film Nyanyian Akar Rumput yang diadaptasi dari puisi milik Wiji Thukul, yang akan segera bisa saksikan pada pertengahan bulan ini ya!

Comments (0)

write a comment

Comment
Name E-mail Website