Newsletter subscribe

SEART-B(H)UTAN

Mau Tau Potensi B2G bagi E-commerce !?

Posted: February 12, 2020 at 3:29 pm   /   by   /   comments (0)

E-commerce merupakan salah satu sektor yang memiliki porsi besar dalam ekonomi digital di Asia Tenggara. Menurut riset Google dan Temasek berjudul E-conomy SEA 2019, pasar e-commerce diproyeksi meningkat empat kali lipat saat tahun 2025 mendatang dan mayoritas pasarnya berasal dari Indonesia.

Saat ini terdapat setidaknya 50 perusahaan e-commerce di tanah air. Mereka memiliki model bisnis yang beragam. Namun rata-rata pemain besar yang menjadi unikorn seperti Tokopedia, Bukalapak, Shopee, Lazada, Blibli umumnya bermain di ranah C2C dan B2C. Ada pula yang khusus melayani sektor B2B seperti MBiz, Ralali, dsb.

Dari sekian banyak model, business to government (B2G) masih jarang dibicarakan. Padahal, potensinya tak kalah besar. Data Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) mencatat, sebanyak 30 persen dari anggaran belanja pemerintah 2019 dialokasikan untuk pengadaan barang/jasa, dengan nilai sekitar Rp750 triliun.

Menyadari potensi tersebut, kini sejumlah e-commerce mulai rajin menjalin kerja sama dengan pemerintah (B2G) sebagai revenue stream mereka. Sejauh ini, model kerja sama yang umum ditemukan ada dua, yaitu:

– Kerja sama di bidang pelayanan publik (pembayaran pajak, digitalisasi).
– Pengadaan barang dan jasa melalui ­e-procurement.

Adapun proses pengadaan barang dan jasa pemerintah yang menggunakan APBN terbagi melalui beberapa cara, sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) No.16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Comments (0)

write a comment

Comment
Name E-mail Website