Newsletter subscribe

ROCKSTAR ATTITUDE

Pekerja Seni tak Masuk List Penanganan Bantuan Covid-19

Posted: April 21, 2020 at 4:17 am   /   by   /   comments (0)

Sekretaris Komisi IV Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar) Buky Wibawa Karya Guna kecewa dengan tidak adanya kelompok pekerja seni dalam Proposal Kebijakan Penanganan Kesehatan dan Social Safety Net Akibat Covid -19 yang disampaikan Sekda Jabar dalam Rakorpim DPRD Jabar beberapa waktu lalu.

Dalam paparan yang disampaikan Sekda Jabar beberapa waktu lalu ada beberapa klaster yang terdampak covid, antara lain disebut sektor pertanian, pariwisata, sampai ada pemulung.

“Saya kecewa, saya tidak melihat di situ ada pekerja seni. karena pekerja seni ini bukan hanya dalam pengertian seniman saja, melainkan bisa lebih luas lagi,” ujar Buky saat dihubungi wjtoday.com, Senin (20/4/2020).

Menurutnya jika melihat mereka yang biasa mendapatkan pekerjaan di wedding atau event organizer misalnya pun termasuk pekerja seni juga.

“Bisa bayangkan ada musisi, penyanyi, ada fotografer, ada catering, ada percetakan undangan, ada distro kaos, dan itu komponen nya akan menjadi lebih banyak lagi. Belum lagi misalnya yang benar-benar senimannya itu sangat terdampak sekali, seperti yang bekerja di restoran, cafe, di hotel, dll ini kan mati semua,” terangnya.

Dirinya mengungkapkan telah menyuarakan dan langsung melakukan protes pada saat Rapat Kordinasi Pimpinan beberapa waktu lalu. Dan saat dikonfirmasi ke pihak Disparbud Jabar, jawabannya hal tersebut masuk ke pekerja pariwisata.

“Mendengar itu saya keberatan, mereka tidak bersinggungan langsung dengan wilayah itu,” tegas Buky,yang sebelum terjun ke dunia politik dikenal sebagai budayawan dan penggiat seni,khususnya musik.

Buky menjelaskan saat ini sebanyak 1.500 orang teman-teman yang tergabung dalam organisasi para Seniman Kendang di luar Kota Bandung telah didata olehnya.Jika digabung dengan Kota Bandung sekitar 2000 orang.

“Itu baru seniman kendang yang berkeluh kesah, belum lagi seniman lainnya. Nah itu banyak disuarakan ke saya, saya banyak organisasi seniman, organisasi musisi, penyanyi, dan belum lagi yang musik tradisi,” paparnya.

Ia juga memaparkan hari ini saat rapat paripurna DPRD Jabar 020/4), pihaknya kembali menanyakan lagi ke Kadisparbud Dedi Taufik.

“Kadisparbud menyampaikan sudah ada list seniman. Waktu itu juga Sekda menyampaikan bahwa kalau memang pekerja seni itu terdampak, silahkan diajukan saja,” ungkapnya.

“Maksud saya bukan sekedar itu, kan bantuan itu tidak melihat kelas ya, tidak melihat jenis kelamin, maupun apa jenis profesi. tetapi maunya saya itu disebut gitu loh, ini ada yang terdampak termasuk juga pekerja seni yang jumlahnya cukup banyak,” imbuhnya menjelaskan.

Buky mengungkapkan pada paripurna tersebut Asisten Daerah (Daud Achmad) menyampaikan kalau pekerja seni te sudah dimasukan di dalam ajuan rapat.

“Kalau mendengar itu, ya saya bersyukur kalau misalkan telah dibahas, tapi akan saya cek lagi,” paparnya.

Menurutnya tidak semua seniman menguasai perangkat-perangkat daring (handphone). Ia menjelaskan waktu itu ada penawaran penawaran bantuan dengan pendataan melalui daring, dan itu juga menyulitkan bagi beberapa seniman.

“Saya melihat tadi bahwa teman-teman seniman juga termasuk mereka yang terdampak oleh covid 19. Jelas-jelas mereka kehilangan penghasilan, dan mereka juga banyak yang tidak punya tabungan. kehilangan pekerjaan harian, kemudian tidak punya tabungan, terus mereka juga harus tinggal di rumah kan gitu ya. memang selayaknya harus mendapatkan perhatian,” katanya.

Buky menilai peran seniman juga cukup besar dalam dalam mendukung pembangunan bangsa.

“Mereka para seniman sangat berjasa dan mempunyai peran besar,” tegasnya lagi.

Ketika disinggung besaran anggaran untuk bantuan pekerja seni yang terdampak Covid-29, Buky mengungkapkan saat ini masih simpang siur.

“Ini masih simpang siur, dari Direktorat Jenderal kebudayaan itu juga mereka mendata untuk pekerja seni. Itu juga disebar kan untuk pendataannya. Kemudian waktu itu juga dari disparbud itu juga mendata, tapi kan ujung2nya akan diserahkan ke dinas sosial. Kota Bandung juga sama ada, tapi nasibnya kan kita belum tahu mau seperti apa,” pungkasnya. ***

Comments (0)

write a comment

Comment
Name E-mail Website