Newsletter subscribe

ROCKZONE

Drumer Afrobeat, Tony Allen Meninggal Dunia

Posted: May 1, 2020 at 11:10 pm   /   by   /   comments (0)

Tony Allen, sang dramer Afrobeat legendaris yang mendapatkan ketenaran saat bermain dengan Fela Kuti & the Africa ’70, telah meninggal dunia di usia 79 tahun. Penyebab kematiannya belum diungkapkan, meskipun manajernya mengonfirmasi kepada AFP bahwa itu tidak terkait dengan virus Corona.

Dilahirkan di Nigeria pada tahun 1940, Tony Allen belajar dram di usia 18 tahun. Pada 1964, dia bergabung dengan seorang komposer bernama Fela Kuti, dan bersama-sama mereka menciptakan lebih dari 30 album sambil memelopori sound Afrobeat yang baru. Tony Allen terinspirasi oleh dramer jazz Amerika Serikat (AS) seperti Max Roach, tetapi dia menyaring unsur-unsur itu dengan gaya musik khas Ghana dan polyrhythms Yoruba. Dia menjabat sebagai pengarah musik Fela Kuti serta perkusionis, dan ketika Tony Allen pergi untuk mengejar karier solo pada tahun 1979, Fela Kuti secara terkenal terpaksa harus menggunakan empat pemain dram untuk menggantikan posisinya.

Pengaruh Tony Allen dirasakan di seluruh dunia, di setiap benua dan di hampir setiap genre musik populer. Brian Eno menyatakan bahwa dia adalah “salah satu musisi terhebat di abad ke-20 – dan juga yang ke-21, sebenarnya”. Flea, bassis Red Hot Chili Peppers, yang tampil di band Rocket Juice & the Moon bersama Tony Allen dan Damon Albarn dari Blur dan Gorillaz, menyebut sang legenda Nigeria itu sebagai “salah satu dramer terhebat yang pernah berjalan di bumi ini”.

Kemudian dalam kariernya, Tony Allen bekerja sama dengan Damon Albarn, Paul Simonon dari The Clash, dan Simon Tong dari The Verve sebagai The Good The Bad & The Queen. Kuatret itu merilis dua album: The Good The Bad & The Queen pada tahun 2007 dan Merrie Land pada 2018.

Album terakhir Tony Allen, sebuah kolaborasi dengan Hugh Masakela bernama Rejoice, baru saja dirilis bulan lalu.

Comments (0)

write a comment

Comment
Name E-mail Website