Newsletter subscribe

GIGS

Pameran Seni Berbasis Virtual Reality Pertama

Posted: July 25, 2020 at 12:24 am   /   by   /   comments (0)

ROCKMAGZ.ID – UNTITLED, ART, yang biasanya menyelenggarakan pameran seni offline di Miami Beach dan San Francisco, kini mulai mencoba untuk berkolaborasi dengan sebuah platform online yang bernama Artland, untuk menciptakan pameran seni realitas virtual (VR) yang sepenuhnya virtual, bernama UNTITLED, ART online. Seperti yang dijelaskan oleh CEO Artland, Mattis Curth, platform ini akan memanfaatkan teknologi terbaru yang bernama “pemodelan arsitektur, inovasi game, dan e-commerce,” untuk menciptakan pameran seni digital futuristik. Pameran online ini juga akan menyertakan fitur e-commerce interaktif untuk memungkinkan obrolan langsung antara kolektor dan dealer. Pendiri dari UNTITLED, ART yaitu Jeff Lawson menyoroti perbedaan antara pameran VR ini dan ruang tontonan online lainnya; “Anda akan bisa berjalan melalui ruang [virtual] seperti Anda akan benar-benar ada di dalamnya melalui layar perangkat seluler, tablet, atau komputer Anda. Peserta bahkan dapat menggunakan kacamata VR mereka sendiri untuk lebih jauh membenamkan diri dalam pengalaman.”

Meskipun kedua program tahunan dari UNTITLED, ART terpaksa batal dan dijadwalkan kembali untuk dilanjutkan di musim dingin ini, Lawson menjelaskan bahwa “tujuannya adalah untuk membuat model lain yang bisa melihat bagaimana kita dapat melakukan ini secara berbeda, dan menghilangkan banyak risiko untuk galeri,” mengingat pandemi virus corona sama sekali belum menghilang. Dia menambahkan bahwa karena adanya protokol lockdown saat ini, “kami mendorong untuk lebih cepat dirilis, karena pasar membutuhkannya.”

Edisi pertama UNTITLED, ART online akan diluncurkan pada 11:00 EDT pada 31 Juli dan akan terus berjalan selama 24 jam sehari, hingga 12:00 EDT pada 2 Agustus, dengan banyak pratinjau selama 24 jam sebelum peluncuran. Lihatlah situs web resmi UNTITLED, ART untuk lebih jelasnya. Dalam pameran ini, mereka akan menampilkan lebih dari empat puluh galeri yang turut berpartisipasi. Pengunjung yang hadir akan dapat menavigasi berbagai karya seni yang ada, dan dapat melihat semua karya yang ada dengan sangat detil.

Pameran virtual di masa seperti ini memang dapat menjadi solusi ampuh di tengah protokol yang melarang orang banyak untuk berkerumun. Di sebuah artikel, Co-Founder EventXtra, Sum Wong mengatakan akibat wabah Covid-19 yang ada sekarang, 90 persen kegiatan pameran berskala besar dengan sangat terpaksa ditunda bahkan dibatalkan. Dalam perhelatannya sendiri, pameran virtual juga sangat terbuka untuk umum. Yang membedakan adalah para pengunjung bisa sesuka hati untuk mengunjungi si pameran. Penyelenggara juga berkewajiban untuk selalu menyediakan segala dukungan digital selama kegiatan pameran berlangsung. Selain menyediakan segala dukungan digital dalam proses pelaksanaan pameran visual, mereka juga secara penuh akan memberikan sebuah wadah di mana nantinya para pengunjung pameran ini dapat melihat berbagai pekerjaan dari galeri ini di waktu dulu, dan memberi pengalaman interaktif selama acara, serta menyediakan laporan data analisis sebagai solusi permasalahan bisnis.

Dengan berlakunya physical distancing di seluruh dunia yang terdampak Covid-19, banyak museum dan kegiatan seni yang dengan terpaksa menutup segala aktivitasnya dari keramaian. Hal itu juga berlaku di sini. Kondisi saat ini dengan segala keterbatasannya memang butuh perhatian khusus, dan memberikan tantangan tersendiri bagi para pelaku seni di seluruh dunia, begitu pula yang dirasakan oleh mereka yang ada di Indonesia. Situasi yang menuntut untuk beradaptasi dengan kondisi agar bisa membuka kemungkinan baru untuk mengakali situasi. Tantangan ini juga memberi kesempatan bagi perupa generasi baru untuk bereksperimen dan bisa memberikan kontribusi serta solusi dalam kehidupan bermasyarat dan menghadirkan sebuah karya yang berfungsi untuk kemaslahatan orang banyak.

Comments (0)

write a comment

Comment
Name E-mail Website