Newsletter subscribe

MOVEMENT

Pergerakan Komunitas Seni di Masa Pandemi

Posted: August 21, 2020 at 9:27 pm   /   by   /   comments (0)

ROCKMAGZ.ID – Dengan berlakunya physical distancing di seluruh dunia yang terdampak Covid-19, banyak museum dan kegiatan seni yang dengan terpaksa menutup segala aktivitasnya dari keramaian. Hal itu juga berlaku di sini. Kondisi saat ini dengan segala keterbatasannya memang butuh perhatian khusus, dan memberikan tantangan tersendiri bagi para pelaku seni di seluruh dunia, begitu pula yang dirasakan oleh mereka yang ada di Indonesia. Situasi yang menuntut untuk beradaptasi dengan kondisi agar bisa membuka kemungkinan baru untuk mengakali situasi. Tantangan ini juga memberi kesempatan bagi perupa generasi baru untuk bereksperimen dan bisa memberikan kontribusi serta solusi dalam kehidupan bermasyarat dan menghadirkan sebuah karya yang berfungsi untuk kemaslahatan orang banyak.

Beberapa waktu kemarin, banyak pegiat mulai dari mereka yang bergerak di bidang seni dan budaya lintas disiplin, berkumpul dan membuat suatu gelaran yang menampilkan banyak sekali unsur-unsur seni budaya semisal, Gamelan Kasanja Reborn, Topeng Jabung, lokakarya pewarnaan tekstil dengan bahan alami oleh Studio Tumbuh, gelar wicara kolaborasi RadjoetAsa, pertunjukan musik dari Kaki Meja dan Nova Ruth. Sebagaimana mestinya acara di era new normal saat ini, mereka pun juga turut menerapkan protokol kesehatan yang sangat baik, hal itu terbukti dengan lancarnya acara yang dilangsungkan. Total ada 102 penonton dan juga penampil yang hadir, semuanya senang dengan suguhan ragam kolaborasi seniman meretas batas. Konsep acara Retas Batas berdasar pada kreativitas yang berhubungan dengan homo ludens, konsep ini adalah sesuatu tentang sifat asli manusia yang senang dengan berkumpul dan bermain, yang menunjukkan bahwa sesungguhnya manusia sangat mementingkan hal kreatif untuk menjadi solusi dalam permasalahan kehidupan kita sehari-hari.

“Kami berkolaborasi dengan seniman dan komunitas kreatif menyuguhkan kegiatan lokakarya, diskusi, pertunjukan seni sebagai perkenalan visi misi Yayasan Lintas Batas kepada publik di Kota Malang,” kata Direktur Lintas Batas, Wina Yohergaindie.

“Single musik dan video saya yang berjudul Imbang diluncurkan di acara Retas Batas, sebagai bentuk penggalangan dana kreatif untuk Arka Kinari,“ ujar seniman Nova Ruth yang juga merupakan pembina organisasi Lintas Batas.

Pertunjukkan multimedia Arka Kinari ini digagas oleh dua musisi, Nova (Indonesia) dan Filastine (USA – Spanyol) di atas kapal dengan teknologi terbarukan. Sebagai sebuah bahtera, Arka Kinari yang didasari akan keresahan tentang perekonomian karbon pun membawa isu bagaimana transaksi lintas budaya; pesan, cerita, dan seni dapat dilakukan dengan meminimalisir jejak karbon. Saat ini, kapal Arka Kinari sedang menuju ke Indonesia, dan diperkirakan sampai pada akhir Agustus 2020. Berbagai kegiatan slow touring di Indonesia telah dipersiapkan, tim Arka Kinari pun sedang berupaya berjejaring dan melakukan kegiatan fundraising demi kelancaran proyek ini.

Dalam sesi diskusi kolaborasi, founder Radjoetasa, Nathan Santoso menekankan pentingnya ‘dapur ngepul’ bagi seniman agar tetap bisa berkarya secara bebas. Dapur ngepul, atau penghasilan yang cukup, bisa juga dihasilkan dari wirausaha. Seni memiliki tantangan tersendiri, penting untuk selalu memiliki gairah dan inspirasi, agar seniman produktif dan kreatif melahirkan berbagai karya. Proses bisnis menjaga ‘dapur ngepul’ sebenarnya juga merupakan seni yang membutuhkan kombinasi ide, kreativitas, keterampilan dan analisa logika.

Untuk mendukung program pemberdayaan perempuan dan remaja yang ramah lingkungan, Lintas Batas bersinergi dengan Studio Tumbuh mengadakan lokakarya dengan tema pewarnaan tekstil dengan bahan alami. Seniman Levita Damaika yang merupakan mentor Studio Tumbuh menyatakan keunggulan menggunakan pewarna alami dari tumbuh-tumbuhan adalah tahan lama, warna yang dihasilkan tidak pudar dan ramah lingkungan. Diharapkan lokakarya ini mendorong peserta untuk lebih berkreasi dan berani memulai proyek wirausaha sosial yang ramah lingkungan. Dalam masa pandemi COVID-19, organisasi Lintas Batas bertindak untuk mengadakan pertunjukan daring dan luring dengan memperhatikan protokol kesehatan aman dari Virus Corona. Pertunjukan ini dapat menjadi contoh simulasi pertunjukan dengan mengadaptasi kebiasaan baru dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan anti COVID-19.

Sebelumnya, Lintas Batas mewajibkan partisipan untuk mengisi formulir ?self assessment ?resiko COVID-19 sebelum memasuki acara. Tim memeriksa kondisi kesehatan partisipan dan memastikan bahwa partisipan dalam kondisi sehat. Pertunjukan ini dilaksanakan dalam skala kecil, dihadiri 102 orang dan penonton diwajibkan memakai masker. Untuk menghindari terjadinya paparan virus dari orang ke orang lain, diterapkan jaga jarak dengan orang lain minimal 1 meter. Selain itu, pertunjukan juga telah disiarkan secara daring di media sosial Lintas Batas yang dapat dinikmati oleh publik dari rumah.

Lintas Batas juga menerapkan prosedur penilaian keberhasilan dari setiap kegiatan yang akan diukur salah satunya melalui indikator tidak munculnya kasus Covid-19, 14 hari setelah terlaksananya setiap kegiatan pada setiap partisipan yang hadir dan telah dengan jujur mengisi formulir self assessment risiko COVID-19.

Lintas Batas merupakan organisasi non-profit yang berbasis di Malang, Indonesia, dengan visi mewujudkan kolaborasi seni untuk perubahan sosial dan lingkungan yang berkesinambungan. Program kami berfokus untuk menaikkan tingkat kesadaran global akan kesenjangan sosial, lingkungan, hak asasi manusia serta menciptakan ruang didik non-formal bagi para seniman, kreator, aktivis, dan pelaku kreatif. Arka Kinari adalah Kapal yang mengusung dan menjalankan misi seni, budaya dan lingkungan, dipromotori oleh Lintas Batas selama mengarungi perairan di wilayah Indonesia.

Comments (0)

write a comment

Comment
Name E-mail Website