Newsletter subscribe

MOVEMENT

Sampul Abum ‘Holy Diver’ Milik Dio Diadaptasi Ke Dalam Novel Grafis

Posted: September 6, 2020 at 4:52 pm   /   by   /   comments (0)

ROCKMAG.ID – Steve Niles, penulis komik horor kenamaan akan menjawab semua spekulasi para penggemar Dio ihwal cerita dibalik visual album heavy metal ikonik “Holy Diver”. Pasalnya baru-baru ini tersiar kabar bahwa Z2 Comics telah resmi mengumumkan kerjasamanya dengan The Dio Estate untuk menghadirkan novel grafis bertajuk ‘Holy Diver’ yang mengadaptasi kisah di balik artwork debut album Dio tersebut. Pihak keluarga Ronnie James Dio menyambut hangat atas rencana penerbit Z2 Comics. Istri sang mendiang mengatakan bahwa arwah Ronnie Dio akan memberikan persetujuan pada novel grafis ini.

“Steve Niles menceritakan kisah di balik sampul album ‘Holy Diver,’ sebuah cerita tentang bagaimana kamu tidak dapat menilai gambar dari tampilannya, yang sering ditulis Ronnie dalam lagu-lagunya; bahwa kamu harus melihat ke dalam diri orang tersebut dan tidak menilai mereka dari penampilan mereka atau dari apa yang mereka kenakan, ” kata Wendy Dio-Padavona.

“Bersama dengan karya seni menakjubkan Scott Hampton, mereka menceritakan kisah ‘Penyelam Suci’, dan saya tahu Ronnie akan memberikan cap persetujuannya pada novel grafis yang hebat ini.” lanjut Wendy dikutip dari z2comics.com.

Novel grafis garapan Steve Niles –yang juga kreator dari komik 30 Days of Night, October Faction, dan Criminal Macabre- ini akan menceritakan tentang peristiwa yang mengarah pada adegan sampul album Holly Diver. Dimana Murray (maskot Dio) dengan rantainya sedang memburu seorang pendeta yang tenggelam. Pertanyaan semacam mengapa pendeta itu dibuang ke laut? Siapa sebenarnya penjahat dalam skenario ini?. Steve Niles akan menawarkan jawaban atas interpretasinya untuk pertanyaan-pertanyaan tersebut ke dalam novel grafis setebal 120 halaman.

artwork holy diver

Tak hanya Steve Niles saja yang terlibat dalam penggarapan novel grafis Holy Diver, tetapi Z2 Comics pun melibatkan kreator Batman: Gotham County Line, Scott Hampton pada interior ilustrasi, kemudian sampul (foto) diilustrasikan oleh Bill Sienkiewicz dan sampul alternatif dikerjakan oleh Becky Cloonan.

“Kami telah berhasil bekerja dengan beberapa legenda terhebat baik dalam komik maupun musik, dan novel grafis Dio dengan sampul oleh Bill Sienkiewicz yang hebat mungkin merangkumnya dengan baik,” tulis penerbit Z2 Josh Frankel.

“Ini adalah salah satu sampul album heavy metal paling ikonik dalam sejarah. Kami merasa terhormat untuk memberikan penghormatan kepada pencetus tanda universal dari musik yang telah dia ilhamkan sejak pertama kali naik panggung bersama Black Sabbath 40 tahun yang lalu. Bekerja dengan Wendy Dio secara langsung untuk memastikan hal itu sesuai dengan visinya adalah hal terbaik berikutnya untuk bekerja dengan Ronnie James Dio sendiri, dan kami mencapai rekor tinggi baru dengan yang satu ini!” lanjut Josh.

Novel grafis Holy Diver akan resmi dirilis pada musim panas tahun depan, tepatnya bulan Juni 2020. Sementara para peminat bisa memesannya dari sekarang via laman resmi z2comics.com . Z2 Comics menyediakan 2 edisi berbeda dari novel tersebut, yaitu edisi Deluxe dan edisi Standar. Untuk edisi Deluxe pembeli akan mendapatkan 4 item istimewa, yaitu novel grafis dengan sampul hardcover, esklusif vinyl reissue album Holy Diver, 3 buah poster, dan slipcase hardcover edisi terbatas. Edisi ini dibanderol dengan harga $99,99 atau setara Rp. 1.456.000. Sedangkan untuk edisi standar pembeli hanya akan mendapat 1 item novel grafis dengan sampul tipis seharga $ 19,99.

novel holy diver

Dio adalah projek musik solo Ronnie James Dio setelah ia hengkang dari Black Sabbath. Dio sendiri berarti “Tuhan” dalam padanan bahasa Italia, maka tak aneh jika kemudian lagu-lagu Dio selalu beririsan dengan hal-hal mistis yang melingkupi praktik-praktik keagamaan. Ronnie James Dio mengawali karir bermusiknya tahun 1975 bersama Ritchie Blackmore (Deep Purple) dengan membentuk sebuah band hard rock klasik Rainbow. Bersama Rainbow setidaknya ia menelurkan tiga album spektakuler seperti Rainbow Rising (1976), album live bertajuk On Stage (1977), dan disusul dengan album Long Live Rock ‘n Roll (1978). Ketenarannya kian mentereng setelah ia memutuskan bergabung dengan Black Sabbath pada tahun 1979 untuk menggantikan Ozzy Osbourne yang saat itu memilih untuk bersolo karir. Dengan Black Sabbath ia merilis tiga buah album yaitu Sabbath in the Eighties: Heaven Ad Hell (1980), Mob Rules (1981) dan Live Evil (1983). Setelah namanya kian melambung di kancah musik metal, pada tahun 1983 ia membuat projek solo dengan debut albumnya bertajuk Holy Diver yang berisi lima nomor lagu.

Ronnie James Dio meninggal pada 2010. Selain dikenal sebagai vokalis band heavy metal, Dio merupakan sosok identik yang memperkenalkan simbol Devil’s Horns atau yang biasa kita kenal dengan kepalan tangan metal –kepalan seraya mengacungkan jari telunjuk dan kelingking secara bersamaan. Dalam sebuah wawancara bersama produser Sam Dunn pada film Metal: A Headbanger’s Journey, Dio mengatakan bahwa devil’s horn mulanya ia kenal dari neneknya yang berasal dari Italia. Ia menyebutkan devils horn’s sendiri adalah cara untuk mengusir iblis atau roh jahat. Pentolan KISS, Gene Simmon mengklaim dan mengajukan hak paten Devil’s Horn atas nama dirinya. Di film yang sama beberapa kali Dio mengejek Simmons.

Comments (0)

write a comment

Comment
Name E-mail Website