Newsletter subscribe

SEART-B(H)UTAN

Jenis Lighting Kamera yang Cocok untuk Kebutuhan Fotografi Kamu

Posted: September 30, 2020 at 7:32 am   /   by   /   comments (0)

ROCKMAGZ.ID – Bagi kamu pegiat fotografi, tentu ada kalanya kamu bakal menghadapi keadaan yang membutuhkan lighting tambahan supaya foto yang dihasilkan lebih terlihat profesional.

Meski available light sering kali masih bisa diandalkan untuk menghasilkan foto mumpuni, tetap saja di kondisi tertentu kamu membutuhkan lighting yang proporsional dan tentu saja proporsional. Nah, bagi pemula tentu kamu bakal kesulitan menentukan mana lighting studio atau lighting kamera yang cocok untuk kebutuhanmu.

Tenang, rockmagz akan membahas tiga tipe standar lighting kamera yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhanmu. Yuk, simak daftarnya berikut ini.

1. Speedlight Lighting Kit

Seperti namanya, lighting studio ini mungkin sudah sering kamu lihat. Cara kerja juga sama seperti flash standar pada kamera, baik eksternal maupun internal.

Speedlight bakal menembakkan cahaya begitu tombol shutter diklik. Bedanya, kamu bisa menggunakan flash ini secara remote dan bisa kamu pasangi di tempat lain, serta punya kecepatan yang lebih tinggi dibandingkan flash standar.

Selain itu, lighting studio ini juga bisa ditambahi softbox lighting maupun payung untuk meratakan cahaya di permukaan objek yang kamu ingin foto.

Lighting kamera ini pun sangat praktis dari segi instalasinya. Kamu tinggal memasangnya di atas tripod, dan membawanya dalam satu tas. Jadi, tidak heran jika lighting tipe ini banyak digunakan fotografer amatir maupun profesional yang menginginkan fleksibilitas.

Cocok untuk foto: pre-wedding, pernikahan, produk, dan olahraga.

2. Continuous Lighting Kit

Bagi kamu yang lebih fokus pada video ketimbang foto, lighting studio ini sesuai untuk kebutuhanmu. Cara kerja lampu studio ini berbeda dari speedlight sebelumnya. Seperti namanya, lampu ini bakal terus menyala untuk menerangi objek.

Jadi, jelas keunggulannya adalah kamu bisa memvisualisasi pencahayaan sebelum memotret. Lighting kamera ini cocok untuk pemula yang masih meraba-raba soal pencahayaan.

Biasanya ada tiga jenis lampu yang bisa kamu pilih untuk lighting studio ini, yaitu fluorescent, tungsten, dan LED. LED bisa jadi pilihan terbaik, namun berharga sedikit mahal dibandingkan fluorescent yang lebih umum, sedangkan tungsten lebih cepat panas.

Saran kami sih pilih continuous lighting yang punya adjustable power. Jadi, kamu bisa mengatur tingkat keterangan cahaya, tanpa perlu membeli banyak lampu.

Cocok untuk foto: still life, produk, dan video.

3. Monolight Strobe Lighting

Mungkin kamu sering mendengar istilah strobist. Strobe pada dasarnya adalah flash, namun bisa digunakan secara eksternal atau off-shoe flash dan diletakkan di tempat yang berbeda dengan kamera. Tujuannya salah satu adalah agar foto terlihat lebih berdimensi jika mendapatkan cahaya dari sudut tertentu.

Nah, monolight merupakan sebuah kesatuan dari unit strobe, reflektor, dan stand. Salah satu kelebihan dari monolight adalah kamu tidak memerlukan sumber energi tambahan karena itu semua sudah tersedia di tiap lampu.

Pilih lampu strobe berdaya 150 watt atau lebih sehingga cahaya yang dihasilkan cukup terang untuk foto kamu. Monolight cocok jadi lighting studio atau bahkan dibawa-bawa untuk foto outdoor tertentu.

Cocok untuk foto: model, produk.

Comments (0)

write a comment

Comment
Name E-mail Website