Newsletter subscribe

SEART-B(H)UTAN

Strategi Kopi Titikoma Hadapi Pandemi

Posted: October 1, 2020 at 7:59 am   /   by   /   comments (0)

ROCKMAGZ.ID – Kopi Titikoma yang didirikan oleh Andrew Goenardi, Ditya G. Wardhana, dan Jacob Nursalim sudah hadir sejak tahun 2019. Tak hanya ingin menjadi kedai kopi biasa, Kopi Titikoma mencoba menghadirkan suasana dan pengalaman “ngopi” berbeda bagi tiap pelanggan.

Saat ini, Kopi Titikoma memiliki 26 cabang di seluruh Indonesia, termasuk 6 outlet di Surabaya. Beberapa lokasi outlet lainnya di antaranya dapat ditemui di Jabodetabek, Medan, Bali, Malang, hingga Pekanbaru.

Di tengah pandemi, kedai kopi ini mau tidak mau harus beradaptasi lantaran banyak gedung atau perkantoran yang menerapkan WFH. Beberapa outlet pun juga sempat mengalami pengurangan jam operasional yang tentunya berdampak pada penghasilan sehari-hari.

Tak tinggal diam, Andrew Goenardi dan tim mampu beradaptasi dengan cepat sehingga masa krisis ini bisa diatasi dengan beberapa strategi yang digencarkan. Pertama, mengurangi jam operasional outlet tanpa merumahkan karyawan. Kedua, membuka 5 cabang baru selama masa pandemi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Ketiga, apabila selama ini Es Kopi Aren menjadi minuman best seller di Kopi Titikoma, kini mereka meluncurkan produk baru yang menjadi incaran pelanggan, yakni Kopi Curah (kopi literan).

Kami selalu cepat untuk beradaptasi dan merencanakan segalanya di depan sehingga rencana-rencana kami, seperti launching produk baru tetap berjalan. Kami juga menyediakan kopi literan (Kopi Curah) untuk memenuhi kebutuhan kopi bagi mereka yang WFH. Kami tidak menyangka bahwa beberapa strategi kami, seperti jualan Kopi Curah akan menjadi sangat efektif,” papar Andrew.
Manfaatkan E-wallet sebagai Sarana Pembayaran

Demi meminimalisir penyebaran virus lewat uang tunai, penggunaan e-wallet sebagai sarana pembayaran pun semakin digencarkan oleh Kopi Titikoma. Hal ini diperkuat dengan data yang menyebutkan adanya peningkatan jumlah transaksi online sebanyak 6 kali lipat dan peningkatan pemasukan sebesar 40%. Apa strategi yang dilakukan Kopi Titikoma untuk meningkatkan strategi online mereka?

Untuk urusan pembayaran, Kopi Titikoma bahkan mewajibkan transaksi non-tunai di beberapa outlet-nya. Selain membuat transaksi menjadi lebih cepat dan praktis, pengalaman pelanggan pun akan lebih meningkat berkat adanya promo yang ditawarkan.

“Kami menerapkan promo untuk pesanan take away dan pembayaran non-tunai. Kami juga mengikuti voucher promo dari layanan online delivery, seperti GoFood dan GrabFood. Dengan adanya hal baru ini, kami berharap dapat menjadi pengalaman unik bagi pelanggan kami dengan melakukan transaksi secara non-tunai,” ujar Andrew.

Dalam pembayaran tunai maupun non-tunai, Kopi Titikoma tidak menemui hambatan karena penerimaan pembayaran sangat terbantu dengan adanya aplikasi kasir Moka. “Moka seperti jembatan bagi pihak ketiga, seperti bank, layanan online delivery, dan lain sebagainya dengan para pemilik bisnis. Selain itu, Moka juga membantu membuat akuntansi bisnis kami menjadi jauh lebih mudah dan simpel,” ujar Andrew.
Kopi Titikoma Dongkrak Penjualan dengan Pemasaran Digital

Inovasi produk saja nyatanya tidaklah cukup. Kedai kopi yang memiliki sekitar 100 karyawan ini mencoba untuk mempromosikan produk mereka dengan memanfaatkan Instagram Ads, Google Ads, serta berbagai program promo dari layanan online delivery.

Dalam perjalanannya, beberapa tantangan pun ditemui. Misalnya, bagaimana mengukur penjualan secara online, bagaimana mengukur efektivitasnya, hingga bagaimana mengoptimalkan pemasaran digital agar penjualan selama pandemi bisa naik drastis.

“Kuncinya adalah jangan capek untuk bereksperimen,” tutur Andrew. Ia menambahkan, mengamati dan menganalisis pola perilaku konsumen pun juga sama pentingnya karena hal tersebut mampu memengaruhi keberhasilan sebuah promo.
Andalkan Pemanfaatan Data Sebelum membuat Keputusan Bisnis

Ya, agar bisnis dapat tetap berjalan dengan maksimal, Kopi Titikoma pun selalu mengandalkan Moka untuk memantau penjualan harian sehingga mereka dapat lebih mudah dalam membuat keputusan bisnis, terutama di era new normal ini.

“Fitur favorit kami adalah Top Item dan Top Category dari Backoffice Moka. Untuk di tiap outlet Titikoma pun, kami selalu memantau penjualan harian dan total item menu yang terjual pada hari itu. Selain itu, kami juga merasa sangat terbantu dengan adanya Sales Summary,” ujarnya.

Harapannya, dengan pemanfaatan data ini, Kopi Titikoma dapat membuat keputusan strategis demi mencapai target bisnis, mampu mengelola semua cabang yang dimiliki, serta dapat lebih berani maju dengan pasti meski dihadang krisis dan tantangan, terutama di masa pandemi ini.

Kopi Titikoma pun juga memberi saran bagi para pemilik usaha yang saat ini juga sedang melewati krisis untuk tetap bertahan dengan menonjolkan spesialisasi usaha masing-masing.

“Cepat mengetahui dan mengikuti tren baru bisa jadi sebuah keunggulan, jadi harus cepat juga melakukan riset, serta selalu monitor pasar, dan kompetitor,” pungkas Andrew.

SOURCE : kanaltigapuluh

Comments (0)

write a comment

Comment
Name E-mail Website