Newsletter subscribe

ROCKLINE

The Hallway Space Bandung, Local & Creative Raw Space

Posted: October 1, 2020 at 8:21 pm   /   by   /   comments (0)

ROCKMAGZ.ID – The Hallway Space, Sebuah ruang yang dibangun secara kolektif dan di support secara tempat oleh PD.Pasar dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Ruang yang hadir menjadi ruang kreatif bagi anak-anak muda untuk menumbuh kembangkan industri kreatif.

Sugest positif ini merupakan realisasi ide dari 4 orang pemuda yang mempunyai passion yang sama di dunia industri kreatif, diantarnya Rilly Robbi Gusadi, Faizal Budiman, Dwie Rachmat S dan Galih P Ridwan.

Rilly Robbi Gusadi yang merupakan Founder The Hallway Space mengatakan, Konsep awalnya membangun The Hallway Space karena merasa terbangun melihat Pembangunan Pasar Kosambi yang menurutnya terbengkalai hingga 20 tahun ini bisa di re-aktivasi menjadi creative space baru di bandung.

“Saya berharap, kehadiran The Hallway Space bisa menjadi ruang baru untuk anak muda bandung untuk berjejaring, bertemu, berinteraksi dan berkolaborasi. Semoga the hallway bisa jadi bagian ekosistem kreatif baru di kota bandung,” tambahnya.

Soft launching sekaligus peresmian The Hallway Space sendiri dilakukan langsung oleh Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana pada Kamis (1 Oktober 2020).

Di The Hallway Space sendiri saat ini suda terdapat Total 52 Tenant diantarnya 20 tenant kuliner, 25 fashion serta 7 dari hobbies & lifestyle.

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengatakan, pembangunan The Hallway Space sudah memasuki Tahap II dan walam waktu dekat akan segera rampung. Sarana dan prasarana penunjang sedang dilengkapi.

“Harapannya, The Hallway Space ini dapat menjadi sebuah destinasi baru dan pusat aktivitas bagi masyarakat Bandung untuk berbelanja atau sekedar berkunjung dan bercengkrama. Agar denyut perekonomian di Wilayah Kosambi dapat berdetak kencang seperti dulu kala,” katanya.

Wakil wali kota juga berharap, kehadiran The Hallway Space akan terus mempertahankan gelar Kota Bandung sebagai Kota dengan segudang ide ide kreatif. “Pertumbuhan industri kreatif dengan mengedepankan anak anak muda untuk terus berinovasi dapat menjadi penggerak roda perekonomian Kota Bandung, meskipun di tengah masa Pandemi,” katanya.

Seperti diketahui, pada masa jayanya Pasar Kosambi sangat ramai. Itu Bermula pada tahun 1898 saat Pemerintah Hindia Belanda memindahkan pabrik Artille Constructie Winkle (pabrik senjata) yang menjadi cikal bakal Perindustrian TNI Angkatan Darat (Pindad) dari Surabaya ke Kota Bandung.

Dimulai saat itu, perpindahan sejumlah tenaga pekerja pabrik senjata memicu munculnya denyut perekonomian di wilayah Kosambi.

Kosambi kemudian disulap menjadi sebuah pusat hiburan dan peradaban masyarakat Bandung saat itu. Di sana hadir 2 gedung pertunjukan yang melegenda saat itu, Sriwedari dan Srikandi.

Comments (0)

write a comment

Comment
Name E-mail Website