Newsletter subscribe

GIGS

Tahun yang Sulit Untuk Industri Event, Berikut Virtual Event Favorit Versi Kami di Tahun 2020

Posted: January 1, 2021 at 7:48 pm   /   by   /   comments (0)

ROCKMAGZ.ID – 2020 sudah berakhir. Selama tahun ini berjalan, agaknya banyak peristiwa yang memiliki keunikannya sendiri. Semua hal yang beririsan dengan aktivitas seni bermigrasi ke ranah virtual, mulai dari konser musik, pameran seni rupa, dan lain sebagainya. Fenomena virtual ini memang cukup mengobati dan menjadi pengalaman baru, tapi tentu sensasinya tak sama dengan apa apa yang dilakukan secara luring. Tetapi di balik situasi sulit semacam ini ternyata kerap menyimpan banyak kejutan. Terutama dari mereka yang masih terus semangat merilis banyak karya meskipun di tengah himpitan kondisi yang tak normal.

Kami pun mesti berterima kasih sepenuh hati kepada banyak seniman –terutama para penyelenggara acara. Karena di tengah kondisi babak belur hancur leburnya industri hiburan saat ini, mereka tetap produktif merilis beragam acara berkonsep virtual di tahun ini. Banyak yang tidak tahu bahwa membuat acara virtual itu beban kerjanya lebih berat dibanding acara luring loh. Bentuk virtual sebenarnya bukanlah konsep yang sepenuhnya baru, tetapi kondisi pandemi yang ada saat ini telah memberinya kehidupan baru.

Terlepas dari ketidakpastian kapan acara luring akan kembali, masih ada banyak peluang. Streaming langsung dan acara virtual akan menjadi cara sempurna bagi artis di seluruh dunia untuk bekerja sama antara satu sama lain dan mereka juga bisa membuka banyak peluang penggalangan dana untuk banyak badan amal di mana saja, yang siap membantu mereka yang terkena dampak krisis ini. Intinya, selalu dukung acara kesukaanmu, beli merchandise, beli tiket virtualnya, dan terus menjaga kesehatan. Berikut nama-nama acara virtual yang menjadi favorit kami.

Ride In Celebes

Tidak, Rock In Celebes sebenarnya tidak merubah nama digelaran ke-11 ini. Mereka hanya membawa konsep baru di tahun 2020, di mana berkegiatan secara luring masih tidak boleh. Yang menarik dari gelaran ini adalah spirit kolaborasinya. Bayangkan saja, 8 band Sulawesi, 3 band yang namanya sudah malang melintang di dunia musik, 2 kolektif musik yang sedang naik daun, digabung menjadi 1 konten di 1 wadah. Sudah bisa dipastikan sajian yang ada tidak akan monoton. Dan itu memang benar terjadi. Durasi 4.51 jam benar-benar tidak berasa ketika menyaksikan segudang pertunjukan dari para talenta yang dihadirkan oleh Rock In Celebes. Untuk lineup yang ditampilkan, memiliki banyak kebaruan bagi belantika musik di Indonesia mereka di antaranya kebanyakan adalah nama-nama segar dari kancah musik lokal, hingga musisi lawas, dengan berbagai jenis genre dan lintas generasi.

INF In-Game Club

Indonesia Netaudio Forum (INF), sebuah platform pengarsipan dan penyelenggaraan seni suara digital di Indonesia, setiap dua tahun sekali INF kerap membuat festival offline yang memungkinkan bertemunya para penggiat netlabel lokal. Kini, di tengah pagebluk yang belum juga meredup, dengan memanfaatkan momentum dan piranti teknologi yang ada, INF kembali menggelar sebuah festival daring bertajuk INF In-Game Club. Helatan tersebut pun sukses dilaksanaan pada Kamis, 10 September 2020, di jam 18.00 sampai dengan 03.00 WIB. Yang menarik nan unik yang ditawarkan pada helatan virtual ini adalah tempat acaranya dilangsungkan dengan menggunakan platform game SWGBBO (Habbo retasan) yang memungkinkan para penonton bisa hadir secara virtual dan saling berinteraksi melalui fitur chat dalam game tersebut. Program musik yang disajikan dalam In-Game Club ini berfokus pada dinamika beragam musik elektronik. Setidaknya IGC menampilkan 15 musisi elektronik yang tersebar dipelbagai daerah di Indonesia yang terbagi ke dalam 3 sesi.

Djakarta Warehouse Project V

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, untuk pertama kalinya Ismaya Live amembawa festival musik elektroniknya ini langsung ke layar kaca penonton dengan nama Djakarta Warehouse Project Virtual atau DWPV. Layaknya berada di festival on-ground, penonton akan tetap mendapat experience yang spektakuler dari tiga panggung yang hadir dengan tema yang berbeda. Pertama, terdapat panggung utama yaitu “Garuda V stadium”, dengan ikon garuda yang menjadi ciri khas Djakarta Warehouse Project. Selain itu, akan ada “Cosmic Stage” di mana penonton akan diajak untuk “berkeliling” dunia, dengan meng-highlight panorama dan pemandangan indah berbagai kota di Indonesia dan kota-kota lain di berbagai belahan dunia seperti . Serta, panggung “Neon Jungle” yang penuh dengan keseruan permainan visual. Tak main-main, DWPV menghadirkan pengalaman virtual terbaik melalui virtual map dengan berbagai check point yang bisa dikunjungi oleh penonton. Salah satunya adalah DWPV Mall, tempat berbelanja exclusive merchandise dan party kit hasil kolaborasi dengan Monstore.

Urban Sneakers Society

Urban Sneaker Society 2020 yang mengusung konsep wisata belanja online dalam format virtual multiplayer online ini, membuat para pengunjung yang hadir untuk menciptakan custom avatar mereka sendiri, kemudian berinteraksi dengan para pengunjung lain melalui kolom chat-box serta fitur-fitur seru lainnya. Urban Sneaker Society 2020 sendiri menjadi acara pertama yang mengusung konsep virtual multiplayer online di Asia Tenggara. Konsep ini sendiri tercetus dari rasa kangen terhadap suasana yang ada di event Urban Sneaker Society sebelumnya yang digelar secara offline. Selain tenant dan musisi yang kece, USS 2020 juga menghadirkan Sean Wotherspoon, Jeff Staples, Edson Sabajo, Mark Ong, Dendi Darman dan narasumber lain untuk memberikan talkshow dalam area Meet The Icon. Dengan adanya konten-konten tersebut, Urban Sneaker Society 2020 tetap menawarkan sensasi belanja yang lengkap bagi para pengunjungnya.

Playfest

Ditengah kondisi sulit ini, Narasi menghadirkan sebuah festival yang cukup menyegarkan dengan berbagai isi didalamnya untuk para ‘Creative Junkies’. kali ini PLAYFEST hadir dengan format Online. Tidak kalah seru dari sebelumnya PLAYFEST kali ini menawarkan berbagai suguhan dengan tagline IDEAS, ENTERTAINMENT, & ART. Membawa sebuah premis ‘A Symbol of How Irregularity Build a Solid Identity’ PLAYFEST ingin membawa para pengunjung untuk dapat menikmati keberagaman dalam kreativitas menjadi sebuah identitas didalamnya.

KEMBALI 2020: A Rebuild Bali Festival

“KEMBALI20” adalah festival sastra, kuliner, seni, dan budaya, yang menyatukan elemen-elemen paling sukses dari UWRF dan UFF. KEMBALI20 akan menjadi perayaan terpenting tahun ini dari seni kreatif dan kekayaan kuliner Indonesia, pilar ketahanan dan kelangsungan hidup manusia. Dalam festival ini, mereka menyajikan program-program yang berfokus pada jajaran figur-figur terbaik di industri seni kreatif, dari sastra hingga film, desain, fesyen dan jurnalisme, serta mereka yang berkecimpung di dunia kuliner. Dari Sabang hingga Merauke, Singapura hingga Meksiko, semua acaranya dapat diakses oleh para pengunjung Festival di Indonesia dan negara-negara lainnya di seluruh dunia melalui beragam sesi berbasis donasi. Salah satu yang paling menarik dari gelaran yakni KEMBALI20 berhasil menghadirkan David Byrne pentolan band legendaris Talking Heads. Sebuah kejutan dan kesenangan tersendiri bagi kami.

Extreme Moshpit Award

Menginjak usia ke 13, Extreme Moshpit makin unjuk taji atas kiprahnya sebagai media yang bergerak di ranah musik keras. Terbukti dengan terselenggaranya Extreme Moshpit Award pada Sabtu (28/11) bulan lalu, di mana gelaran tersebut menjadi ajang bagi para pelaku musik keras tanah air untuk menunjukan bahwa gejolak musik arus pinggir lokal tak kalah saing dengan musik-musik keras dari luar Indonesia. Award yang digelar secara virtual ini setidaknya menampilkan 6 kategori dengan nominator lintas generasi juga lintas genre, dari pendatang baru sekelas Amorfati sampai kelompok gaek sekaliber Death Vomit. Dari rock selancar The Panturas sampai blues-nya Made Mawut.

Festival Musik Rumah 2020

Seakan menemukan momennya di tahun 2020, Festival Musik Rumah hadir dengan segala esesnsinya, yakni bermain musik di rumah masing-masing selama masa karantina. Pencetus dari acara ini adalah Petrus Briyanto Adi (personil Bonita & The Hus Band), biasa dipanggil Adoy. Konsep awalnya datang dari gelaran home concert Live At RUMAHBONITA yang digelar sejak tahun 2015 dan juga dari tur mandiri mereka yang bertajuk Be Nice To Each Other (2015) dan Belong To Each Other (2017). Dari hal-hal itu, Adoy berpikir kalau musik bisa menjadi ruang berjumpa dan tempat untuk saling berbagi energi baik. Keberagaman yang menjadi objek utama untuk merayakan kegiatan ini, membuat kebersamaan dengan musik untuk menjadi penawar tentang isu pengkotak-kotakan antar masyarakat saat ini. Acara ini digelar secara daring dengan acara puncak pada pada 21 hingga 23 Agustus 2020. Yang paling menarik lagi festival ini ditayangkan secara live di akun instagam Festival Musik Rumah, di mana kita bisa mengaksesnya dengan mudah. Selain bermain musik, puluhan musisi yang bergabung pun dapat saling berinteraksi dengan para audiens di rumahnya masing-masing. Bercerita banyak tentang apa apa yang terjadi di tengah kesulitan masa pandemi dan tentu saling menyemangati. Gelaran intim yang mustahil untuk dilupakan.

Source : siasatpartikelir

Comments (0)

write a comment

Comment
Name E-mail Website