Newsletter subscribe

MOVEMENT

Dari Tragedi ke Dramaturgi By Layang

Posted: May 26, 2021 at 7:44 pm   /   by   /   comments (0)

ROCKMAGZ.ID – 13 November 2020 merupakan titik awal Layang, grup musik pendatang baru asal Yogyakarta, dalam perjalanan bermusiknya. Pada hari itu, dua personel Layang, yaitu Talitha Neysa (vokalis) dan Harrits Rizqi (gitaris), terlibat kecelakaan tunggal akibat menabrak senar layang-layang yang melintang di sebuah jalan raya. Seakan tak ingin dikalahkan oleh keadaan, mereka menjadikan penyebab tragedi itu sebagai nama grup mereka. Lantas, pada hari itu pula, Layang resmi berdiri.
Setelah melewati tragedi itu serta proses latihan dan rekaman, Layang akhirnya merilis sebuah album pendek berjudul Dramaturgi pada 21 Mei 2021. Album pendek ini memuat lima lagu, yaitu “Dari Jendela”, “Biru Melepuh”, “Pengakuan Rahasia”, “Hitam”, dan “Sebelum Matahari Tenggelam”. Sebelumnya, Layang telah merilis tunggalan (single) “Dari Jendela” pada 9 April 2021.
Selain karena terdengar menarik, kata dramaturgi dipilih sebagai nama album karena memiliki arti ‘penyusunan karya dramatik’. Arti tersebut dianggap mewakili rasa album yang berdinamika antar lagunya.
Setiap lagu dalam Dramaturgi merupakan penggambaran dari suatu bagian novel tertentu. Bagian itu dikomposisikan dan disampaikan melalui lirik. Hal demikian sekaligus menjadi benang merah album.
Berikut novel dan bagian yang menjadi inspirasi tiap lagu.

1. “Dari Jendela”
Lagu ini terinspirasi oleh novel Cala Ibi karya Nukila Amal. Sosok yang digambarkan dalam lagu—meskipun tidak disebutkan secara eksplisit—adalah naga yang selalu menemani si tokoh utama ke mana pun, seperti terbang di atas gedung-gedung dan tidur di kamar si tokoh utama. Meskipun begitu, naga tersebut hanya dapat dilihat oleh si tokoh utama.

Dalam penulisannya, penulis lirik dan musik menangkap kesia-siaan si naga. Naga itu mencoba berbicara, tetapi tidak dapat dilihat oleh orang lain, kecuali si tokoh utama. Hal itu dituangkan dalam baris jangan berkata (terbangun) saat orang lain tak mampu melihat engkau. Selain itu, penulis lirik mengembangkan latar tempat tinggal penulis (Maluku) dalam baris bunga-bunga yang berwarna gelap (cengkih) dan gaya penceritaannya yang kaya kosakata dalam geliat bahasa/ disambung menjadi pernak-pernik dari cakrawala.

2. “Biru Melepuh”
Lagu ini terinspirasi oleh novel Norwegian Wood karya Haruki Murakami. Dalam novel tersebut, terdapat bagian ketika Midori (tokoh perempuan) dan Watanabe (tokoh laki-laki) berdua di atas rumah. Mereka menyaksikan kebakaran sambil berciuman seolah tak peduli pada keadaan. Mereka melakukannya di atap rumah.

Suasana yang tergambar ketika itu adalah hampa, absurd, tetapi juga romantis. Hampa karena kedua tokoh tersebut terlihat hidup tanpa tujuan. Hal-hal yang dilakukan hanya untuk mengisi atau menghabisi waktu. Absurd karena mereka melakukan hal yang tidak sesuai dengan kebiasaan, meskipun sebenarnya tetap masuk akal dalam logika penokohan. Dan, romantis karena kedua tokoh di atas sesungguhnya sama-sama saling ingin bersama.

3. “Pengakuan Rahasia”
Lagu ini terinspirasi oleh novel Salah Asuhan karya Abdoel Moeis. Dalam novel tersebut, terdapat bagian ketika Corrie (tokoh perempuan keturunan Prancis) datang ke rumah Hanafi (tokoh laki-laki bumiputra). Sebelumnya, Hanafi sengaja mengundangnya. Di dalam ruang kayu rumah Hanafi, karena terbawa suasana, mereka—yang sebenarnya sama-sama saling menyukai, tetapi belum pernah mengungkapkan—berciuman untuk pertama kali. Akan tetapi, ciuman itu harus terhenti karena Corrie tiba-tiba pergi setelah disadarkan suara tukang pos. Corrie menyadari bahwa ia seharusnya tidak berhubungan lebih jauh dengan Hanafi karena takut ayahnya mengetahui kejadian itu. Selain itu, hubungan berbeda ras merupakan hal tabu untuk dijalani.

4. “Hitam”
Lagu ini terinspirasi oleh novel Crime and Punishment karya Fyodor Dostoevsky. Novel tersebut menceritakan Raskolnikov (tokoh utama) yang membunuh Alyona Ivanovna (seorang wanita tua pemilik persewaan rumah) beserta Lizaveta (saudara muda Alyona)—yang tidak disengaja dibunuh.

Raskolnikov merasa sedang terpuruk. Ia tidak memiliki uang untuk bertahan hidup. Sementara itu, saudara perempuannya akan menikah dengan seorang lelaki tua demi menutupi kemiskinan keluarganya. Di sisi lain, Raskolnikov merupakan harapan keluarganya. Atas dasar ketertekanan itu, ia memilih untuk membunuh Alyona untuk mendapatkan hartanya. Selain itu, ia membunuh Alyona karena perempuan itu kerap mengeksploitasi Lizaveta.

Pembunuhan itu, terutama kepada Lizaveta—yang tak sengaja dibunuh, membuat Raskolnikov merasa sangat bersalah. Perasaan bersalah tersebut menyakiti Raskolnikov, baik secara fisik maupun psikis. Karena tak tahan dengan keadaan itu, ia menceritakan aksi pembunuhan itu kepada Sonya (perempuan yang dipercayai dan dikagumi Raskolnikov). Sonya menyuruh Raskolnikov untuk mengakui kesalahannya di depan publik. Setelah mengaku, Raskolnikov pun dipenjara di Siberia dengan ditemani oleh Sonya.

5. “Sebelum Matahari Tenggelam”
Lagu ini terinspirasi oleh novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan pada bagian ketika Alamanda dan pasangannya duduk berdua di atas sampan di tengah laut. Lirik dalam lagu ini tidak seratus persen menggambarkan bagian tadi, tetapi mengambil dan mengembangkan suasana keromantisannya dengan latar yang masih berkenaan dengan laut. Pengembangan itu diwujudkan menjadi adegan sepasang yang sedang duduk di tepi pantai sambil menikmati suasana sekitar. Mereka membicarakan masa kini dan mengenang hal-hal yang pernah terjadi. Mereka memilih tidak membicarakan masa depan karena terdapat suatu ketakutan bahwa masa depan tidak akan lebih baik dari masa kini. Itu juga menjadi maksud dari frasa sebelum matahari tenggelam, yaitu waktu paling indah sebelum semua menjadi malam yang serba tak pasti.
Dalam perekaman Dramaturgi yang berlangsung sejak akhir Januari hingga pertengahan Maret 2021, Layang berkolaborasi dengan seorang pengaransemen bernama Abita Wisnu dan kuartet gesek yang terdiri atas Elgar Putrandhra (violin 1), Reza Nurdian (violin 2), Carlo (viola), dan Indra Waskito (selo). Tak hanya mereka, Layang juga berkolaborasi dengan Yayan Padz, pemain kibor Rubah Di Selatan, yang berperan sebagai produser, pemadu, dan penyelaras.

Dramaturgi kini sudah dapat didengarkan melalui berbagai platform musik digital, seperti Spotify, Apple Music, dan Deezer.

Comments (0)

write a comment

Comment
Name E-mail Website