Newsletter subscribe

MUSIC

Album Tak Resmi Teenage Death Star Dirilis Ulang

Posted: Desember 31, 2020 pukul 11:32 pm   /   by   /   comments (1)

ROCKMAGZ.ID – Tahun 2020 merupakan tahun yang sulit bagi kita semua. Kini kita sudah sampai dipenghujung tahun saja. Meskipun berada dalam situasi yang tak menentu, namun kita perlu bersyukur banyak karena industri musik di Indonesia masih berjalan meskipun dalam keadaan terseok-seok. Buktinya masih banyak label yang tersebar di seluruh nusantara yang merilis karya musik, terlebih para label yang bergerak di ranah independen.

La Munai Records sepertinya menjadi label yang terus giat merilis karya-kaya dari para musisi. Baru-baru ini mereka merilis ulang satu album dari katalog lama musik Indonesia. dan juga menjadi rilisan penutup di tahun 2020. Rilisan terbarunya ini adalah album lama “seminal” The Early Years 88-91 Backyard Tapes, dari tahun 1991 milik band Indie Rock / Punk / Noise- Jazz mapan yang sudah cukup dikenal di kancah musik nasional, Teenage Death Star (TDS) dalam format kaset pita C-90 bersampul ganda. Sebagai catatan album ini tak pernah dianggap sebagai album resmi TDS.

‘The Early Years 88-91 Backyard Tapes’ sendiri pertama kali dirilis oleh TDS dengan bantuan FFWD Records pada tahun 2013. Pada saat itu album ini dirilis ke dalam format fisik serupa dalam jumlah yang terbatas, yakni hanya dicetak sebanyak 333 copy.

Dalam sejarahnya, bisa dikatakan bahwa ‘Backyard Tapes’ merupakan embrio awal terbentuknya TDS. Diceritakan, album ini diekam di sebuah halaman belakang seorang koleganya, dimana proyek ini saat itu dikerjakan oleh Sun Liong Maestro Studio antara tahun 1988-1991. Dalam prosesnya rekaman ini dilakuakan oleh sekelompok anak muda di lintas usia dan beberapa diantaranya kini adalah para personil Teenage Death Star.

Sekian tahun berjalan pita reel rekaman ini ditemukan kembali disebuah gudang Sun Liong dengan beberapa master tape antah berantah lainnya, setelah ditemukannya ‘harta karun’ ini segera mereka menyunting ulang dan diedarkan pada tahun 2013 oleh FFWD yang di mana Helvy Sjarifudin pendiri dari label independen FFWD itu adalah juga penggasak gitar di TDS sendiri. Tak bisa dipungkiri bahwasanya rekaman ini merupakan sebuah artefak geliat musik independen di Bandung kala itu.

“Ini adalah rekam jejak sebuah revolusi musik yang visioner pada masanya muncul dari keresahan kumpulan anak muda yang tersisihkan di Bandung” tulis TDS dalam siaran pers

“Rekaman ini tak pernah dianggap di eranya bagaikan bongkahan maha karya yang terpendam dibalik rongsokan berdebu di sebuah gudang lembab. Karya yang baru bisa diapresiasi di masa depan dimana semua orang yang terlibat sudah tak peduli lagi.” lanjutnya.

Di wilayah sampul album sendiri dikerjakan oleh dua seniman yang berbeda substansi, yakni Agan Harahap dan Ahamad Rizzali. Dikabarkan dalam waktu dekat juga TDS berencana untuk membuat sebuah pameran seni rupa dan juga sebuah mini dokumenter tentang perjalan berkarir dari tahun1987 hingga saat ini. Merespon sebuah rekaman tua yang mungkin mereka pun tak sadar bahwa dahulu mereka pernah membuatnya.

Selain dirilis dalam format kaset pita, album berisi 14 trek ini sudah bisa kalian beli pula dalam format digital melalui akun La Munai Records di gerai musik digital Bandcamp.

Comments (1)

write a comment

Comment
Name E-mail Website

  • September 30, 2021 pukul 4:20 pm Randell

    of course like your web-site but you need to take
    a look at the spelling on several of your posts.

    Many of them are rife with
    spelling issues and I find
    it very bothersome to inform the truth then again I’ll certainly come back again.

    Reply