Newsletter subscribe

MUSIC

Fakta Menarik Konser Intim ‘folklore’ Taylor Swift

Posted: Desember 16, 2020 pukul 5:01 am   /   by   /   comments (8)

ROCKMAGZ.ID – Pada 25 November 2020 lalu, Taylor Swift memberikan kejutan dengan merilis film rekaman konser intimnya. Bekerja sama dengan Disney+, Taylor akhirnya tampil dengan membawakan akustik lagu-lagu dari albumnya ‘folklore’.

Hal itu tentunya menjadi saat sangat ditunggu-tunggu penggemar. Pasalnya, Taylor hanya sekali tampil dalam langkah promosi albumnya ini.

Berbeda dengan artis-artis lain yang tampil dengan lagu terbarunya saat merilis album atau single terbaru, Taylor justru baru sekali tampil di ajang Academy Country Music (ACM) Awards pada September lalu.

Dalam film konser ini juga, Taylor banyak menjelaskan makna lagunya di album tersebut dan awal mula menulis album itu. Yuk, simak sederet fakta konser intimnya berikut ini.

1. Membuat studio rekaman sendiri di rumahnya
Lantaran pandemi yang belum kunjung sirna, Taylor Swift terpaksa membuat studio rekaman di kamarnya sendiri. Pada sesi wawancara Good Morning America, Taylor Swift mengaku bahwa hal itu adalah pengalaman pertamanya.

Taylor mengaku, jika ia tidak pernah merekam lagu di mana pun kecuali di studio rekaman besar.

Dalam film itu pun dijelaskan, jika Taylor memberi nama studio rekaman di rumahnya itu dengan ‘Kitty Committee Studio’. Alasannya, karena kucing peliharaan Taylor yang bernama Benjamin dan Olivia selalu bertengkar dan memaksa masuk ke kamar, ketika Taylor sedang rekaman.

2. Pacarnya turut andil dalam album tersebut

Saat album ‘folklore’ resmi dirilis pada 24 Juli 2020, banyak penggemar yang penasaran tentang co-writer William Bowery dalam dua lagu Taylor Swift berjudul ‘betty’ dan ‘exile’.

Saat itu, mereka berspekulasi bahwa William Bowery adalah Joe Alwyn, lelaki yang telah dipacarinya selama tiga tahun. Bukan sembarang opini, nama William Bowery ini ditujukan pada Joe Alwyn. Hal itu karena nama kakek buyut Joe adalah William Alwyn, yang juga seorang musisi.

Bowery juga merujuk pada nama tempat, Bowery Hotel, tempat Joe dan Taylor mulai berkencan. Ternyata, dugaan fans ini benar adanya. Taylor mengkonfirmasinya pada film tersebut bahwa William Bowery adalah Joe Alwyn.

Taylor juga menjelaskan, Joe yang membuat bagian verse pertama pada lagu ‘exile’ dengan piano, dan bagian chorus di lagu ‘betty’.

3. Sebuah ritual di trek lagu kelima di setiap albumnya

Sudah menjadi ritual dalam setiap album-album yang dirilisnya. Trek urutan kelima dalam setiap album Taylor adalah lagu yang personal baginya.

Di album ‘self-titled’ miliknya, Taylor menempatkan lagu ‘Cold as You’. Sedangkan, album ‘Fearless’, trek kelimanya adalah ‘White Horse’.

Di album kedelapannya ini, Taylor memosisikan lagu ‘My Tears Ricochet’ di trek kelimanya. Menurut Taylor, itu adalah lagu paling melankolis dari seluruh lagu di album ‘folklore’.

Pasalnya, lagu itu bercerita tentang orang-orang yang dulunya pernah saling percaya malah berujung saling menjatuhkan dan menyakiti. Taylor juga menganalogikannya dengan sebuah perceraian.

4. Mengungkap rahasia di balik lagu-lagu di album ‘folklore’

Dalam album ‘folklore’, terdapat 17 lagu yang memiliki makna dan proses saat penggarapan tiap masing-masing lagunya. Selain memiliki kemampuan genius dalam menulis lirik lagu, di album ini Taylor juga memasukkan ‘easter egg’ dalam lirik tersebut.

Selain itu, lagu ‘mirrorball’ terinspirasi dari lampu bola disko yang tetap terang hanya untuk menyenangkan orang lain. Taylor menganalogikan dirinya seperti ‘mirrorball’ yang sering digantung di atas lantai dansa di diskotik untuk memantulkan cahaya dan menciptakan suasana kegembiraan.

Taylor mengakui bahwa, alih-alih menjadi dirinya sendiri, dia mencoba memahami dan melakukan hal-hal lain hanya untuk menyenangkan orang.

Comments (8)

write a comment

Comment
Name E-mail Website