Newsletter subscribe

MUSIC

Inspirasi Surreal di Lagu Teranyar Satu Per Empat

Posted: September 3, 2021 pukul 2:50 pm   /   by   /   comments (0)

Naked Lunch merupakan film surreal yang diadaptasi dari novel William S. Burroughs dengan judul yang sama. Film tersebut menceritakan karakter bernama William Lee yang merupakan pembasmi serangga, penulis, sekaligus agen rahasia. Naked Lunch menceritakan berbagai ketidakberuntungan Lee dalam perjalanan transisinya dari pembasmi serangga hingga menjadi seorang penulis.

Kebingunan-kebingungan surreal yang ada di film tersebut dikemas oleh Satu Per Empat menjadi lirik untuk nomor anyarnya, “Memoir of Bil Lee”. Lagu tersebut ditulis langsung oleh Bismo Triastirtoaji (vokalis) dan Audi Adrianto (gitaris).

“Gue awal bikin lagu ini dengan gitar, entah kenapa langsung kebayang lagu-lagu kayak di film secret agent macam James Bond,” ungkap sang gitaris melalui siar pers. “Kebetulan banget Bismo bisa nangkep maksud gue, dan langsung ngasih lirik yang terinspirasi dari film Naked Lunch, di mana karakter utamanya bernama Bill Lee.”

Bismo lah ternyata yang mengaitkan ide agen rahasia Audi ke Naked Lunch. Ia mencuplik konflik interzone dan segala konflik yang dialami William Lee dan menyimpulkan bahwa masalah utamanya ada pada kontrol.

“Hal yang gua tangkep, kontrol itu ndak pernah bisa jadi alat untuk tujuan praktis apapun kecuali menjadi lebih banyak kontrol,” tambah Bimo.

Satu Per Empat juga menyertakan sebuah klip video untuk lagu ini. Klip animasi tersebut membawa nuansa noir khas film detektif, lengkap dengan topi fedora dan mesin tik. Oort House lah yang bertanggung jawab untuk memproduksi klip untuk “Memoir of Bill Lee”. Creative House asal Jakarta tersebut membantu memvisualisasikan ide yang ada dalam benak drummer Satu Per Empat, Levi Stanley.

“Gue langsung kebayang referensi karakter yang enggak jauh berbeda dari filmnya sih; detektif, mesin tik, hewan-hewan dan hal-hal absurd
yang bakal muncul di fase editing,” kata Levi yang diberi tugas sebagai produser klip. ““Proses pembuatannya tuh temen gue Bogi dari Oort House gambar secara manual di kertas tiap frame-nya, totalnya sampai ratusan. Setelah itu tiap gambar dibuat negative lalu diproses lagi di meja editing. Terakhir, baru gue dan Bogi memaksimalkan tiap frame hingga akhirnya terjahit jadi satu keutuhan cerita berjalan.”

“Memoir of Bill Lee” menjadi karya pertama Satu Per Empat tahun ini. Tahun lalu, Bismo Triastirtoaji, Audi Adrianto, Levi Stanley, dan Rigaskara merilis album debut mereka yang berjudul Pasca Falasi.

Comments (0)

write a comment

Comment
Name E-mail Website