Newsletter subscribe

MOVEMENT

Meretas Sisi Perasaan Seorang Inis

Posted: Juli 30, 2021 pukul 9:41 pm   /   by   /   comments (8)

ROCKMAGZ.ID – Siapa yang tahu, perjalanan seorang manusia selalu diselimuti dengan berbagai kejutan. Hal itu berlaku juga bagi banyak hal. Termasuk dalam perjalanan bermusik. Salah satu orang yang punya jalan hidup tidak biasa adalah Inis. Solois asal Makassar yang kemudian memulai karir musiknya di Jakarta.

Musisi kelahiran 1994 ini menjejaki dunia musik dan mulai dikenal oleh publik luas setelah ia mengikuti ajang pencarian bakat X Factor Indonesia 2013 dan berhasil masuk di 10 besar dalam ajang tersebut. Banyak pengalaman juga cerita menarik dibalik sosoknya, termasuk ceritanya tentang memilih jalur independen dalam berkarya.

Sebelumnya Inis juga sempat bergabung dengan grup vokal bernama Ilusia Girl bentukan musisi Ahmad Dhani. Namun akhirnya ia memilih untuk bersolo karir sejak Juli 2018, saat dirinya merilis sebuah single berjudul “Shiny Over You”. Tak berselang lama, kemudian dia merilis single keduanya, “Mother”, hingga akhirnya dengan dua buah single yang mendapat respon positif tersebut, Inis merilis sebuah mini album berjudul Mood Hacks, pada tanggal 30 Maret 2019, bertepatan dengan peringatan ‘World Bipolar Day’.

“Mood Hacks” meaningful banget sih buatku. Pesan dari EP ini sama seperti judul besarnya “Peretas Mood”. Ini EP pertama yang aku buat secara nekat tahun 2019 dan ku rilis dihari “World Bipolar Day” sebagai celebration untuk diriku sendiri kalau aku enggak lebih kecil dari ketakutan ku.” ungkap Inis

Menariknya, album mini berisi 6 lagu ini menjadi istimewa bagi Inis, karena nyaris keseluruhan materi dikerjakan secara mandiri, dimana dirinya menjadi executive producer sekaligus penulis lagu.

Setelah menuai respon positif pasca merilis “Mood Hacks”, Inis pun melanjutkan perjalanannya. 2020 lalu Inis kembali merilis album mini hasil kolaborasinya bersama F.R.Z, STEFY dan Obyhamdi yang bertajuk “2020”. Baru-baru ini, Inis pun kembali melepas single terbarunya berjudul “Animal”.

Siasat Partikelir berkesempatan untuk berbincang bersama Inis. Berbicara tentang banyak hal ihwal karya, perjalanan, juga hal-hal personal lainnya. Selengkapnya silahkan simak di bawah ini.

Halo Inis.. Apa kabar?

Hi kak! Alhamdulillaaaaaah baik sekali. Semoga kita semua juga sehat selalu ya hihiw~

Amiin, Semoga selalu baik.. Sebelum lebih jauh, boleh diceritakan dulu sejak kapan mulai tertarik dan memutuskan untuk serius terjun di dunia musik?

Semenjak punya mental issues. Since music help me a lot dalam proses menjalani kehidupan ini. Yes, one of my medication is making music, so yap, her e i am.

Sepertinya kamu sangat produktif dalam membuat dan merilis karya. Biasanya prosesnya seperti apa dan Kebanyakan mendapat inspirasi darimana? Boleh diceritakan.

Well, im a lucid dreamer, im making music while im sleeping jadi yaaa proses terbentuknya sampai inspirasi semua dari apa yang aku create sepanjang malam disana hehehe. Setelah terbangun aku biasanya langsung record humming notasi dan potongan lirik. Naaah nanti dari situ aku kembangin. Mungkin ini sih proses yang menurutku agak sulit karena tidak semua partner musik bisa menerjemahkan musik yg ingin aku buat atau sampaikan. Kaitannya karena aku gak bisa main alat musik sama sekali (glockenspiel dikit-dikit sih hehe) tapiiii aku tau seperti apa musik yg akan aku buat. Misal: Sound yang akan di gunakan, not-nya, terus ambience musik dan whole concept-nya. Dan semua ini hanya bisa aku jelasin lewat workshop di studio, biasanya sekalian pilih sound sendiri di Omnisphere.

Sebagai musisi solo, kendala apa saja yang biasanya terjadi saat memproduksi lagu?

Kendalanya yang tadi aku jelasin. Gak semua partner musik atau arranger musik se-visi dan bisa menerjemahkan musik yg mau aku buat. Padahal sebenernya bukan karena susah, cuma setiap orang punya perspective musikalitasnya sendri, belum lagi idealismenya. Misal: Kata “bagus” itu bisa beragam maknanya ke orang-orang. Selain selera, partner musik ku harus mau saling mendengarkan.

2019 lalu Inis merilis mini album bertajuk “Mood Hacks”. Menarik menyimak album tersebut . Menurutmu sejauh mana musik bisa berguna untuk kehidupan umat manusia?

“Mood Hacks” meaningful banget sih buatku. Pesan dari EP ini sama seperti judul besarnya “Peretas Mood”. Ini EP pertama yang aku buat secara nekat tahun 2019 dan ku rilis dihari “World Bipolar Day” sebagai celebration untuk diriku sendiri kalau aku enggak lebih kecil dari ketakutanku. As i said, music is one of my medicine dan akhirnya, karena aku berhasil melewati hari gelapku, aku ingin membawa pesan lebih wide lagi untuk teman-teman di luar sana melalui lagu. Yang udah dengerin “Mood Hacks” pasti tau maksudnya apa. Ada beberapa vibes music yang berbeda, represent our mood. Itu yang mau aku deliver ke listener ku, how it feels like ketika kita mendengarkan sebuah lagu cause there is no soul that can escape from music, whats inside, what you feel, it all matter. We can pass the storm, as long as we believe & never stop doing it. Mungkin ini juga yang menjadi salah satu spirit musik ku, untuk terus bermusik. Karena tidak ada alasan untuk berhenti dari hal yang baik untuk diriku sendiri. Selama perjalanan bermusikku yang masih sangat dini ini, aku melihat musik sebagai suatu hal yang lebih dari sekedar pekerjaan.

Comments (8)

write a comment

Comment
Name E-mail Website